Yastroki DIY dan RSUD Sleman Edukasi Nutrisi bagi Penyintas Stroke di Tambakboyo

Sleman – Komunitas penyintas stroke yang tergabung dalam Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar kegiatan rutin yang bertujuan meningkatkan kesehatan para penyintas stroke dan lanjut usia. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Embung Tambakboyo, Sleman, Selasa pagi, mulai pukul 06.45 WIB hingga 09.45 WIB.

Kegiatan kali ini terasa istimewa karena menghadirkan tenaga kesehatan dari RSUD Sleman yang memberikan penyuluhan kesehatan kepada para peserta. Edukasi mengangkat tema “Diet dan Nutrisi pada Stroke” yang disampaikan oleh ahli gizi RSUD Sleman, Yustin Ary Latif.

Dalam pemaparannya, Yustin menekankan bahwa tingginya angka kejadian stroke di Indonesia sebagian besar dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, terutama dalam hal pengaturan pola makan.

“Pengaturan diet merupakan salah satu faktor kunci dalam mencegah stroke maupun kekambuhan pada para penyintas. Mulailah dari hal sederhana, seperti membaca label gizi pada kemasan makanan, mengurangi asupan garam dan gula, serta lebih sering memasak makanan sendiri,” jelas Yustin di hadapan peserta yang mayoritas merupakan anggota Yastroki DIY.

Ia juga menjelaskan secara rinci jenis makanan yang dianjurkan, yang perlu dihindari, serta yang sebaiknya dibatasi oleh penyintas stroke. Menurutnya, pemahaman mengenai asupan nutrisi yang tepat sangat penting, tidak hanya bagi penyintas, tetapi juga bagi keluarga atau pendamping yang berperan dalam menjaga pola makan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Yastroki DIY, AR Iskandar, mengatakan bahwa komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah dukungan bagi para penyintas stroke untuk kembali bangkit secara fisik maupun mental.

“Kami ingin membangun sistem dukungan yang kuat bagi para penyintas stroke dan keluarganya. Kesadaran, kebersamaan, serta semangat saling mendukung menjadi kunci untuk bangkit dari keterpurukan akibat stroke,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aktivitas fisik berupa senam peregangan dan senam Bio Energi Power (BEP), yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki santai sesuai kemampuan masing-masing peserta.

Setelah sesi olahraga, kegiatan dilanjutkan dengan agenda spiritual dan edukatif, seperti doa bersama, nyanyian penyemangat, sesi berbagi pengalaman antarpenyintas, serta penyuluhan kesehatan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar kolesterol, serta pengecekan gula darah.

Melalui kegiatan yang mengusung semangat “Jadikan Hidup Lebih Berarti”, Yastroki DIY bersama RSUD Sleman berharap edukasi kesehatan semacam ini dapat memperkuat upaya pencegahan stroke sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyintas stroke di wilayah Sleman dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *