Jakarta, 27 Juni 2025 – Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) bersama Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) menginisiasi pelatihan relawan penanganan stroke bagi masyarakat. Program ini melibatkan dokter spesialis keluarga sebagai pelatih utama guna memperkuat kapasitas penanganan awal stroke di tingkat komunitas.
Ketua Umum Yastroki, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS, MH, menyampaikan bahwa langkah ini penting mengingat Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus stroke. Menurutnya, penanganan cepat sangat menentukan keselamatan pasien.
“Peran orang terdekat sangat vital. Karena itu, kemampuan dasar pertolongan harus dimiliki oleh keluarga dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Melalui program ini, para dokter keluarga dibekali pelatihan khusus agar dapat melatih relawan di wilayah masing-masing. Ke depan, Yastroki berencana memperluas jaringan relawan hingga tingkat RT/RW, dengan memberdayakan pengurus setempat sebagai garda terdepan penanganan stroke di masyarakat.
“RT/RW adalah pihak yang paling dekat dengan warga. Peran mereka sangat strategis dalam respons cepat terhadap stroke,” tambah Tugas.
Pelatihan ini juga mencakup simulasi pertolongan darurat menggunakan alat peraga yang dipandu oleh KREKI. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa mengabaikan kondisi darurat medis dapat berimplikasi hukum.
Dokter spesialis saraf yang turut hadir menekankan pentingnya mengenali gejala awal stroke, seperti wajah tidak simetris, bicara pelo, hingga kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Penanganan harus dilakukan dalam waktu emas sekitar 2,5 jam untuk memaksimalkan peluang keselamatan pasien.
Namun demikian, Yastroki menyoroti masih adanya kendala dalam pelayanan di fasilitas kesehatan, terutama terkait prosedur administratif yang dapat menghambat penanganan cepat pasien stroke.
Sebagai upaya perbaikan, Yastroki akan menginisiasi program “Rumah Sakit Ramah Stroke” untuk mendorong peningkatan kualitas layanan serta memberikan panduan bagi masyarakat dalam memilih fasilitas kesehatan yang responsif terhadap kasus stroke.
Melalui inisiatif ini, Yastroki berharap tercipta sistem penanganan stroke yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis komunitas, sehingga mampu menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di Indonesia.