Yastroki dan KOWANI Jajaki Kolaborasi Perkuat Penanganan Stroke Nasional

Jakarta, 2 Mei 2026 — Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) melakukan audiensi dengan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Hj. Nani Hadi Tjahjanto, pada Sabtu (2/5) di kediaman Ketua KOWANI. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi penanganan stroke secara terintegrasi, mulai dari tahap pra-rumah sakit hingga pasca-stroke, melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran komunitas.

Dalam pemaparannya, Ketua YASTROKI Dr. Tugas Ratmono menyampaikan bahwa kasus stroke di Indonesia terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan prioritas nasional. Ia menyoroti pentingnya memanfaatkan masa emas (golden time) sekitar 4,5 jam untuk penanganan stroke yang hingga kini masih belum optimal. Selain itu, tingginya jumlah kasus, keterbatasan layanan rumah sakit, serta sistem rujukan yang belum merata menjadi tantangan serius dalam penanganan penyakit tersebut. 

Dr. Tugas juga menekankan perlunya penguatan layanan pra-rumah sakit seperti ambulans, Emergency Medical Services (EMS), dan Mobile Stroke Unit (MSU), serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda awal stroke. “Penguatan komunitas menjadi kunci utama, termasuk melalui pelatihan Stroke Helper dan caregiver agar dapat menjangkau masyarakat luas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa YASTROKI mengusulkan program nasional “Indonesia Ramah Stroke” yang mencakup penyediaan informasi, layanan, dan lingkungan yang mendukung penanganan stroke secara menyeluruh. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua KOWANI Hj. Nani Hadi Tjahjanto menyampaikan dukungannya terhadap program YASTROKI. Menurutnya, jaringan luas KOWANI yang menjangkau berbagai organisasi perempuan di seluruh Indonesia dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stroke. “Perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, termasuk dalam menjaga kesehatan dan mendampingi pasien,” katanya. 

Diskusi dalam audiensi juga diwarnai dengan berbagi pengalaman para penyintas stroke dan keluarga. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Sisi dari YASTROKI yang menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengenali gejala awal stroke dan mengambil tindakan cepat. Sementara itu, peserta lain berbagi pengalaman pemulihan yang menekankan pentingnya disiplin terapi, pola hidup sehat, serta dukungan mental dalam proses rehabilitasi. 

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menyusun Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama. Selain itu, direncanakan penyelenggaraan webinar edukasi stroke serta pembuatan video edukasi yang akan disosialisasikan melalui berbagai kegiatan KOWANI. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka kejadian dan dampak stroke di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kepala YASTROKI juga menyerahkan buku Senior Legacy (Cerita Inspiratif Lansia Menua Bermartabat) kepada Ketua KOWANI sebagai simbol berbagi inspirasi dan penguatan kepedulian terhadap kualitas hidup lansia.